sky is the limit

-believe that you can be anything you wanna be-

Archive for puisi

Salju Gurun

Pas liat-liat koleksi bukuku yang seiprit, dan ga sengaja liat filosofi kopi nya Dee, jadi pengen nyalin tulisannya dia yang judulnya Salju Gurun. Nih…

Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba rupa, untuk apa lagi menjadi kaktus, sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar dimana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu disana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan mengigil ketika melewatimu, oase akan jengah dan kaktus akan terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau…berbeda.

-Dee, Filosofi Kopi-

waow…cukup inspiratif kan…meskipun untuk menjadi salju di tengah hamparan gurun (yang harusnya panas banget) pasti sangat susah, tapi apa salahnya nyoba jadi saljunya itu hehehe…

Good luck for everyone!

aku ingin mencintaimu dengan sederhana

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

-sapardi djoko darmono-

bagus ya puisinya?

tapi kok melas banget ya…

baris pertama di tiap bait sih keren bangettt…

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”

tapi baris kedua dan ketiganya?

“dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu”

kasian dong kayunya…abunya kok jahat banget sih…ga tau kalo si kayu mo ngomong..keburu ngebakar aja hehehe…

“dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

kesian dong si awan…si hujan keburu pengen turun dari langit  ke bumi hehehe…

yah..mungkin puisi ini pas buat yang melas-melas hehe…

kalo mencintai sesuatu…cepetan ngomong…jangan disimpen sendiri ajah..kayak kayu sama awan ntar..hehe..peace…

but somehow….

i’m still a fan of bapak sapardi’s some poems hehehe…

“halo pak sapardi, aku salah satu fans beberapa puisi bapak loh”